SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kotawaringin Timur secara resmi membuka rangkaian kegiatan Open House dan Pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra MPLS) pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah penting karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kompleks Gedung Sekolah Permanen yang berlokasi di Jalan Wengga Metropolitan, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Acara penanda dimulainya tahun ajaran baru ini dihadiri langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur beserta Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Person in Charge (PIC) MPLS Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial RI, serta perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Turut hadir jajaran Unsur Forkopimda Kab. Kotim, perwakilan Polres Kotim, Kodim/TNI, Dinas Sosial, serta para Camat dari seluruh wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sebanyak 270 peserta didik baru memenuhi area sekolah dengan didampingi oleh orang tua/wali murid masing-masing serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari tiap kecamatan. Rincian peserta didik baru tersebut terdiri dari 50 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), 117 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 103 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Momen pemanfaatan gedung permanen baru ini menegaskan komitmen kuat sinergi lintas sektor—mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga pendamping masyarakat—dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak di Kotawaringin Timur.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam atas dukungan seluruh pihak.

"Kami mengucapkan selamat datang bagi peserta didik baru dan para orang tua murid, kami juga berterimakasih kepada semua stakeholder yang telah mengambil peran dalam menyukseskan SRT 1 KOTIM, kehadiran bapak/ibu merupakan penyemangat bagi kami, dalam mengemban amanat mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program sekolah rakyat," ujarnya di hadapan seluruh undangan dan peserta.

Lebih lanjut, Kepala Sekolah menekankan komitmen lembaga dalam mengelola sistem pendidikan berbasis pengasuhan terpadu.

"Dengan bertumpu pada sinergi 3 pilar pengasuhan, yakni: pengajaran akademik oleh para guru, pengajaran keasramaan yang mengajarkan tentang kemandirian, manajerial, pencegahan perundungan (bullying) dan intoleransi, serta wali asuh untuk pengasuhan anak-anak yang dibimbing secara profesional, memastikan kesehatan, kenyamanan, serta pendampingan menyelesaikan masalah murid.  Dengan itu, Mewakili satuan pendidikan, kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi seluruh peserta didik di sekolah rakyat," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kotawaringin Timur menggarisbawahi pentingnya kolaborasi berkesinambungan antarlembaga demi menjamin pemerataan akses pendidikan di daerah.

"Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten, satuan pendidikan, dan masyarakat merupakan fondasi utama untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat," tegas Bupati Kotim.

Beliau juga menambahkan bahwa hadirnya fasilitas baru ini adalah bentuk komitmen konkret pemerintah untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap anak mendapat hak yang sama atas pendidikan, tanpa memandang latar belakang ekonomi," tutupnya.

Melalui pelaksanaan Open House dan Pra MPLS ini, para siswa baru tidak hanya diajak mengenalkan lingkungan fisik sekolah di lokasi baru, tetapi juga dibekali kesiapan mental serta orientasi kehidupan keasramaan dan akademik sebelum memasuki masa persekolahan efektif.