
Sampit, 06 Mei 2026-Kepala sekolah,
perwakilan guru, tendik dan murid melihat perkembangan Pembangunan permanen
Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotawaringin Timur di Wengga Kelurahan Baamang
Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiatan meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotawaringin Timur menjadi sebuah langkah strategis untuk memastikan setiap anak tanpa terkecuali, mendapatkan hak Pendidikan yang layak dan fasilitas pendukung yang memadai. Langkah tersebut sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo melalui Kementerian Sosial untuk memutus rantai kemiskinan melalui Pendidikan di Sekolah Rakyat.
Saat ditemui langsung dilokasi permanen
Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotawaringin Timur, Bapak Januar selaku
kontraktor mengungkapkan bahwa “Untuk Pembangunan sudah mencapai 37 % dan
ditargetkan dapat selesai bulan Juni untuk Gedung SRD dan Asrama Guru, dan
bulan September untuk keseluruhan Gedung sekolah, tetapi belum dapat dipastikan
kembali karena mengingat kondisi tanah gambut yang kurang stabil dan
membutuhkan pondasi bangunan yang maksimal”.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotawaringin Timur dibangun diatas lahan seluas 5,5 Hektar dengan berbagai fasilitas diantaranya: Gedung SRD, Gedung SRMP, Gedung SRMA, Gedung Asrama Putra dan Putri, Gedung Serbaguna, Guest House, Ruang Makan, Tempat Ibadah, Asrama Guru, Lapangan Upacara, Basket dan Voli. Bapak Nikkon Bhastari, M.Pd. selaku kepala sekolah menambahkan bahwa “Apabila tidak ada halangan dan rintangan, untuk MPLS tahun ajaran baru sudah berada di sekolah permanen, dan nantinya SRT 55 Kotawaringin Timur membuka kuota sebanyak 270 murid dari keluarga kurang mampu Desil 1 dan 2 dengan pembagian 90 murid di setiap jenjang SRD, SRMP dan SRMA. Sehingga jumlah keseluruhan murid SRT 55 Kotawaringin Timur menjadi 370 ditahun pertama berdiri”.
Melihat bangunan baru SRT 55 Kotawaringin Timur adalah melihat harapan yang sedang tumbuh. Di sini, karakter akan dibentuk dan mimpi-mimpi besar anak negeri mulai dirajut. kegiatan kunjungan ditutup dengan berfoto bersama antara murid, tendik, guru, kepala sekolah serta perwakilan kontraktor didepan bangunan Asrama Guru.
