SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR — Suasana penuh kehangatan dan nuansa kebudayaan yang kental mewarnai Gedung Sekolah Permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kotawaringin Timur di Jalan Wengga Metropolitan, Sampit, pada Sabtu (1/8/2026). Ratusan murid, guru, wali asuh, hingga wali asrama tampak bersuka cita menyambut kedatangan Tim Satuan Tugas Taruna Bhakti (Akademi TNI dan POLISI) dalam rangka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung hingga 7 Agustus 2026 mendatang.

Penyambutan penuh kebanggaan tersebut diawali dengan serangkaian ritual adat Dayak Kalteng yang sarat makna spiritual dan penghormatan. Tim tamu kehormatan disambut melalui prosesi adat Menatak Lewu, dilanjutkan dengan ritual Tapung Tawar sebagai simbol pembersihan diri dan doa keselamatan. Suasana semakin semarak saat atraksi silat tradisional Lawang Sekepeng dipamerkan, diselingi dengan tarian khas Dayak yang membawakan pesan kebersamaan dan persaudaraan.

Tim Integratif satgastasbhak terdiri dari tujuh personel, dipimpin oleh dua perwira/pendamping yakni Lettu Laut (P) M. Lukman dan Serda (Jas) Darmuji, serta didampingi oleh lima Taruna AAL, yaitu Sermatar (P) Dhimas Rasly, Sermatar (P) Galuh Muzakki, Sermatar (E) M. Al Basith, Sermatar (E) Hartanto, dan Sermatar (M) Noviory Gilang.

Kehadiran para prajurit muda ini bertujuan untuk memberikan pembinaan karakter, kedisiplinan, pembentukan wawasan kebangsaan, serta motivasi kepemimpinan kepada para siswa baru SRT 1 Kotim sepanjang pekan MPLS.

Kepala Sekolah SRT 1 Kotawaringin Timur menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran para pendamping  dari Tim Integratif satgastasbhak Satuan Tugas Taruna Bhakti (Akademi TNI dan POLISI) di tengah-tengah keluarga besar sekolah.

"Kami merasa sangat bangga dan berterima kasih atas kehadiran Tim Satuan Tugas Taruna Bhakti (Akademi TNI dan POLISI)di sekolah kami. Kehadiran para taruna dan perwira pendamping ini menjadi teladan nyata tentang kedisiplinan, ketangguhan, dan jiwa patriotisme bagi anak-anak didik baru kami. Kami yakin interaksi ini akan menjadi inspirasi besar bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat untuk bermimpi tinggi dan berkarakter kuat," tutur Kepala Sekolah dalam sambutannya.

Sementara itu, Komandan Pendamping Tim Taruna, Lettu Laut (P) M. Lukman, mengaku sangat terkesan dengan sambutan adat lokal yang begitu hangat dan sakral. Dalam keterangannya, ia menegaskan komitmen timnya dalam menjalankan amanat pembinaan selama rangkaian MPLS berlangsung.

"Tujuan kedatangan kami hari ini merupakan bukti penjalinan semangat integrasi dan kebersamaan antar Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, serta mempererat hubungan antara Taruna dengan murid Sekolah Rakyat melalui pembinaan Kepramukaan, karakter, disiplin, dan kemandirian," ungkap Lettu Laut (P) M. Lukman.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi kebangsaan pimpinan tertinggi negara.

"Harapan terbesar kami sesuai dengan keinginan dan arahan pimpinan tertinggi yakni Bapak Presiden Republik Indonesia, kami berharap kehadiran kami dapat membentuk sikap perilaku, pengetahuan, dan keterampilan dasar siswa tentang kedisiplinan, wawasan kebangsaan, wawasan Nusantara, sikap bela negara, serta keterampilan Pramuka, agar terwujud kemandirian siswa dan kerja sama tim yang solid di antara para peserta didik," tegasnya.

Rangkaian pembekalan oleh Tim Satuan Tugas Taruna Bhakti (Akademi TNI dan POLISI) ini dijadwalkan berlangsung intensif selama satu minggu penuh, menggabungkan metode pembelajaran luar ruangan, pelatihan dasar kepemimpinan, hingga simulasi kerja sama kelompok untuk membentuk fondasi mental peserta didik baru SRT 1 Kotim.